Minggu, 16 Oktober 2011

Lima ( 5 ) Prahara Cinta

  

Tidak ada yang salah dengan cinta…Semua orang berhak memiliki rasa mencintai dan dicintai…Semua orang pun berhak mengambil konsekuensi atas semua ini..Bagaimana tiap orang memiliki cara yang  nyaman untuk menyingkapi cinta yang diberikan kepadanya....Love is Complicated…Tapi tetap ada indahnya jika kita menikmatinya dengan cara yan benar.Karena didunia ini ada juga cinta yan salah alamat seperti lagunya Ayu Ting-Ting .....hehehe....Jadi daripada kita berpura-pura menutup mata dengan meyakini cinta yang salah dapat menjadi cinta yang benar..saya sarankan jangan coba-coba....nikmati aja cinta yang ada saat ini, Tidak ada cinta yang sempurna…cinta bisa menjadi sempurna jika kita menujukannya pada alamat yang tepat, kemudian merawatnya dengan cara yang tepat pula…..Selamat menikmati CINTA!

Ada lima ( 5 ) Cinta-Cinta terlarang dalam kehidupan ini , bukan berdasarkan primbon atau ramalam kitab Joyoboyo, tapi berdasarkan Firman Tuhan yang seyogya nya menjadi suluh bagi perjalanan cinta kita.


1. MENCINTAI ORANG YANG SALAH
Ada pepatah the right man, on the right time and on the right place ternyata tidak bisa diterapkan didalam prosesi kita mencintai seseorang. Terlebih bila kita memang sudah berketetapan hati untuk mencari seseorang  untuk menjadi pasangan hidup kita, dan bukan hanya sebagai seorang teman biasa saja. Kita bisa saja menemukan orang yang tepat tapi pada saat kita belum siap untuk menikah atau begitupun sebaliknya. Bisa juga kita belum menemukan seseorang yang tepat pada saat usia dan kemapanan kita sudah tepat untuk menikah.
Hal ini sering membuat kawula muda menjadi ceroboh didalam menentukan pasangan hidupnya. Ada anekdot yang mengatakan "Wanita diusia belasan tahun saat mencari  kekasih akan berkata dengan penuh percaya diri "Siapa gue?aku" alias bangga dengan dirinya sendiri/kepedean, kemudian yang diusia 20 tahun keatas pasti akan berkata " Siapa lo/kamu?" alias ia mulai mencari pria-pria yang tidak hanya cakep tapi juga yang sudah sudah mapan dalam pekerjaan, memasuki usia diatas kepala tiga atau 30 tahun keatas, maka ada rumor yang mengatakan mereka akan berkata "Siapa saja deh"....hahaha....Inilah yang sering membuat banyak pasangan yang kemudian menikah dengan  orang-orang yang berbeda kepercayaan/imannya.
Padahal Firman Tuhan jelas berkata
"Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya. Sebab persamaan apakah yang terdapat dalam kebenaran dan kedurhakaan. Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?" (2 Korintus 6:14)
Firman Tuhan jelas memeberikan rambu-rambu kepada kita agar jangan menikah dengan pasangan yang tidak seiman. Syukur kepada Allah di negara kita tidak ada pernikahan campur seperti dulu atau yang disebut kawin BS. Tapi biarlah tiap-tiap kita memintahnya kepada Allah sang pemberi,juga dalam hal jodoh.

Menikahi orang yang salah juga berbicara tentang orang-orang yang tidak hidup takut akan Tuhan, sekalipun ia sudah satu kepercayaan/iman dengan kita. Sebab Firman Tuhan sudah memberi rambu-rambu yang cukup keras dalam hal ini "Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik". ( I korintus 15:33 )
Banyak anak-anak muda yang awalnya memang digerakkan oleh belas kasihan untuk menginjili dan  menuntun temannya yang berdosa ke dalam pertobatan, tapi akhirnya mereka terjebak oleh perasaan mereka sendiri yaitu perasaan cinta, sampai akhirnya bukan mereka yang memenangkan jiwa, tapi jiwa mereka sendiri yang terhilang. Ironis memang, tapi fakta terlihat jelas bahwa cinta sanggup membuat orang menggadaikan/menukar iman kepercayaannya.

Untuk itu janganlah merasa dirimu sakti, tapi jauhilah segala bentuk pergaulan dengan orang yang salah, dan jangan salah gunakan alasan penginjilan pribadi untuk pembenaran diri!




 
2. MENCINTAI MILIK ORANG LAIN
Banyak manusia lebih terpaku dan mengagumi milik sesamanya dibandingkan miliknya sendiri. Ini berbicara tentang banyak faktor dalam hidup kita ,baik itu berupa harta milik orang lain, jenjang karier dan jabatannya, bahkan orang orang-orang yang terdekat dengan orang tersebut, entah itu sahabatnya, atau anak dan suami/isri mereka. Sampai rasa terpaku pada milik orang lain berubah  menjadi rasa mencintai yang agresif karena disertai oleh rasa  ingin memiliki.....wah ini yang gawat!...hehehe.
Ada rumor tentang seorang majikan yang memberi arahan pada sopirnya untuk mencintai pekerjaannya sehingga ia selalu semangat menjalankan tugasnya seperti kepada sanak familinya sendiri, sampai suatu ketiga sang bos mengetahui bahwa sang sopir berselingkuh dengan istrinya, dan sang sopir menjawab dengan ringan bahwa ia telah belajar tuk mencintai pekerjaannya dengan cara mencintai istri majikannya...hehehe...ada-ada saja.
Dan anekdot yang sama sering saya dengar di penjara-penjara ketika narapidana bercanda satu sama lain, ada bilang bahwa ia ada di tempat itu karena cinta yaitu ia jatuh cinta kepada milik orang lain, katanya "saya hanya mengamankan milik orang itu saja."...hehehe.
Dan masih banyak lagi bentuk rasa cinta yang salah , yang cenderung mendorong seseorang untuk mempunyai rasa ingin memiliki sesuau yang jelas-jelas sudah menjadi milik/kepunyaan orang lain.
Padahal Firman Tuhan jelas melarangnya  sejak hukum taurat hadir :
"Jangan mengingini rumah sesamamu, jangan mengingini istrinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."(Keluaran 20:17)




3. MENCINTAI MASA LALU
Banyak orang begitu bangga dengan masa lalunya, sampai-sampai ia tidak dapat mensyukuri apa yang sudah ia miliki saat ini. Ini mencakup banyak hal, baik itu perkara materi, pekerjaan, persahabatan dan juga masalah percintaan. Sampai-sampai kedalam hidup rumah tangganya pun hal ini menjadi satu tragedi yang berkepanjangan yang mengorbankan banyak pihak, baik anak-anak maupun pasangannya beserta seluruh keluarga besar yang ada.
Masa lalu sesungguhnya adalah proses pendewasaan diri kita untuk menerima sesuatu yang lebih baik atau bahkan yang terbaik dari Tuhan.

Untuk itu yakinkan dirimu bahwa apa yang ada di tanganmu, itu adalah yang terbaik yang memang sudah Tuhan rancangkan untuk kita, sebab didalam DIA tidak ada unsur ketidak sengajaan ataupun kecelakaan seperti sebutan untuk beberapa pernikahan yang terjadi dikalangan anak-anak muda : MBA (Merried By Accident)...hehehe...Tuhan tidak pernah salah dalam segala hal....camkan ini!
"Sebab aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaku mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan ,yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancanagan kecelakaaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh dengan harapan" ( Yeremia 29:11 )
 
Fokuskan dirimu dengan apa yang ada padamu sekarang dan syukurilah itu semua sebagai sesuatu anugrah yang terbaik bagimu.
Baik berbicara masalah pekerjaan, ekonomi rumah tangga, persahabatan bahkan percintaan dan pasangan hidup kita. Tuhan tidak pernah salah menentukan segala sesuatunya bagi kita, jadi tidak ada yang kebetulan dalam hidup kita, sebab sejak masih dalam kandungan kita sudah di tenunNYA  dan hari-hari umur kita tertulis jelas di tanganNYA
Dan langkah yang terbaik untuk berhenti mencintai masa lalu dan berhenti berputar-putar dalam dunia hayalan & penyesalan tersebut adalah berbalik dan memandang kedepan, serta  melupakan semua apa yang pernah ada dibelakang kita, baik masa-masa kejayaan kita dalam berkarir dan perekonomian yang menjulang, maupun dalam hal membina persahabatan dan juga percintaan kita.
Seperti yang Rasul Pauls katakan: "aku melupakan apa yang ada dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang ada di hadapanku, dan berlari-lari pada tujuan surgawi untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus" ( Filipi 3:13b-14).

Bahkan rasul Paulus berani mengatakan bahwa semua yang telah menjadi masa lalunya adalah sampah sekalipun itu dulu merupakan keuntungan baginya:  
"Tetapi apa yang dahulu merupakan kuntungan bagiku ,sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi ,karena pengenalan akan Kristus Yesus ,Tuhanku,lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus." ( Filipi 3:7-8 )

Jadi kesimpulannya adalah seberapa kegemerlapnya masa lalu kita dan seberapa bahagianya kita dengan orang-orang dimasa lalu kita, jangan terpaku untuk tetap mencintai dan bangga akan hal itu bahkan mungkin kita tetap terobsesi dengan semuanya itu!
Sebab segala yang terbaik yang Tuhan sediakan bagi kita, bukan berada pada masa lalu kita! 
Tapi justru pada apa yang kita miliki kini dan nanti....amin!




  4. MENCINTAI UANG   



Melihat perilaku konsumtif masyarakat belakangan ini membuat saya bertanya. ‘Apakah
ereka iklankan seperti menghipnotis anak-anak ini untuk menjadi sama seperti mereka. Satu kesimpulan yang bisa diambil dari perilaku ini adalah tidak ada yang dapat memuaskan keinginan mereka.
Dewasa ini rata-rata orang mempunyai 500 barang dalam hidupnya dan menganggap 100 diantaranya sebagai barang penting . Kalau pada abad 20, kira-kira tahun 1960-an rata-rata orang menginginkan 72 barang berbeda dan hanya menganggap 18 sebagai barang yang penting. Apa artinya? Ini menandakan bahwa semakin banyak orang yang hidup di kondisi sekarang menjadi pribadi yang tamak tanpa memperhitungkan keadaan.
Obsesi masyarakat yang konsumtif menimbulkan label harga yang besar jumlahnya. Beberapa keluarga yang saya kenal, sekarang ini menganggarkan seperempat dari pengeluaran gaji untuk membayar keinginan-keingian mereka, membeli barang-barang yang tidak terlalu penting, menghabiskan uang untuk sekedar kepuasan hobby dan sebagainya. Bahkan ada yang mengeluarkan 100% uang gaji mereka untuk mengatur utang-utang mereka.
Perilaku konsumtif ini sebenarnya berakar pada ketamakan. Ketamakan ini datang dalam berbagai bentuk. Tamak akan penerimaan, tamak akan status, tamak akan mobil tercepat, tamak akan kantor terbaik dan ketamakan lainnya. Ketamakan memiliki banyak wajah tetapi berbicara dalam satu bahasa: saya ingin lebih.
John D. Rockfeller, salah seorang pengusaha sukses, pernah ditanya, ‘Berapa banyak uang yang diperlukan untuk memuaskan seseorang?’ Ia menjawab, ‘Cuma sedikit lagi’. Sungguh bijak suatu tulisan dari raja sulaiman yang berkata seperti ini. “Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya”. Orang yang tidak bisa mengendalikan diri atas keinginannya mempunyai motto: "Saya selalu berburu uang"
Saya senang dengan pribadi orang yang pekerjaannya cocok dengan penghasilan sedikit daripada orang dengan pekerjaan yang salah dengan penghasilan banyak. Dengan penghasilan sedikit namun mampu mengelola keuangan dengan baik dan tentunya bisa dipercaya. Daripada punya penghasilan besar namun tidak bisa mengelola keuangan dan tidak bisa dipercaya. Inilah yang terjadi dengan para koruptor bukan? Ada satu prinsip yang saya dengar dari teman saya.

“Lebih baik memiliki sedikit barang dan uang disertai takut akan Tuhan daripada memiliki banyak harta disertai kecemasan”.

Karena itu, daripada kita terjebak dalam ketamakan lebih baik para suami atau istri, doronglah pasangan anda untuk memilih kepuasan kerja ketimbang gaji besar tapi tidak jujur. Lebih baik menikahi orang bahagia yang memiliki dompet tipis daripada orang yang malang dengan dompet tebal. Tidak ada jaminan hidup dengan orang yang tamak karena harta, karena dalam hidupnya yang diburu mereka adalah uang. Tidak ada kebahagiaan, tidak ada kepuasan dan yang pasti hidup menderita pada akhirnya.

Sebab Firman Tuhan sudah memberikan kita warning yang cukup keras dalam hal ini, karena uang dapat membawa kita jatuh kedalam pelbagai kejahatan  :
" Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab orang memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa diri dengan berbagai-bagai duka."(1 Timotius 6:10)

Skalipun Firman Tuhan sendiri sudah menubuatkan bahwa tipikal manusia akhir jaman adalah menjadi hamba uang ( 1 Timotius 3:2 ), tapi biarlah anda dan saya bukan salah satu diantaranya. Sebab....."Siapa Mencintai Uang Tidak Akan Puas dengan Uang"


5. MENCINTAI DIRI SENDIRI 

Orang yang mencintai dirinya sendiri akan selalu terfokus pada dirinya,dan selalu menuntut untuk dicintai.
Firman Tuhan sendiri sudah menyatakan " Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sediri." ( 2 Timotius 3:1-2a )


Banyak pertentangan mengenai arti mencintai diri sendiri, ada yang mengatakan bahwa orang harus mencintai dirinya sendiri terlebih dahulu baru bisa menekspresikan cintanya pada orang lain. Tapi konteks mencintai diri sendiri disini ditujukan pada satu sikap lebih mementingkan dirinya sendiri / Selfish , dibanding kepentingan orang lain.


 Selfish: Mementingkan diri sendiri?
 Selfish adalah sebuah kata sifat yang bermuatan besar. Dalam kamus Webster,
selfis didefiniskan sebagai "memerhatikan diri sendiri secara tidak pantas atau secara berlebih-lebihan, mendahulukan kenyamanan dan keuntungan dirisendiri, tanpa memerhatikan, atau dengan mengorbankan, kenyamanan dan keuntungan orang lain".
Tetapi, dalam kamus saya, selfish memiliki makna yang sama sekali berbeda.
Dan demikian pula mestinya dalam kamus Anda. Demi kesuksesan personal dan profesional Anda, Anda perlu menyerap cara baru dalam memandang sifat mementingkan diri sendiri. Berpegang, dan diatur, oleh definisi orang lain tentang sikap mementingkan diri sendiri barangkali telah menciptakan sebuah
penghalang yang perlu Anda runtuhkan. Karena kemajuan sesungguhnya lebih menyukai orang yang berani, dan orang yang berani dipandu oleh cahaya mereka sendiri.
Ini berlaku bagi hal-hal kecil maupun besar. Dan Anda bisa menghapuskan frasa dalam Webster tentang "tanpa memerhatikan, atau dengan mengorbankan orang lain". Sikap mementingkan diri sendiri, dalam definisi yang sesuai dengan tujuan kita, pada akhirnya memungkinkan Anda untuk menjadi lebih murah hati dan mendukung orang lain daripada sebelumnya.

Sungguh, saya baru saja meruntuhkan paradigma-lama saya tentang selfish, atau kadang dipadankan dengan egois, gara-gara membaca bukuThomas J.Leonard dan Byron Laursen, The 28 Laws of Attraction.
Dulu saya senantiasa menganggap egois itu buruk, asosial, dan serakah (mau menangnya sendiri).
Ternyata, egois itu, menurut Leonard dan Laursen, kadang diperlukanseseorang untuk meraih sukses (tentu tidak dengan menginjak ataumengorbankan orang lain lho)..
Apa mungkin kita peduli terhadap orang lain jika kepada diri sendiri saja kita kurang peduli?
Apa mungkin kita dapat mengatur diri orang lain jikamengatur diri sendiri saja amburadul?
Apa mungkin kita memotivasi orang lain jika memotivasi diri sendiri untuk berbuat sesuatu yang baik saja kita tidakloyo?"Berpegang, dan diatur, oleh definisi orang lain tentang sikap mementingkan diri sendiri barangkali telah menciptakan sebuah penghalang yang perlu Anda runtuhkan. Karena kemajuan sesungguhnya lebih menyukai orang yang berani, dan orang yang berani dipandu oleh cahaya mereka sendiri."

 

Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri!

Efesus 5: …dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. (ay. 2)
Banyak konselor Kristen yang percaya bahwa akar dari banyak masalah adalah mementingkan diri sendiri dan berpusatkan pada diri sendiri. Janganlah heran sewaktu memeriksa diri sendiri dengan jujur, kita menemukan banyak hal yang kita lakukan itu sesungguhnya demi kepentingan diri kita sendiri? Bukankah reaksi spontan jika terjadi sesuatu dilingkungan kita adalah bertanya kepada diri sendiri: "Apakah akibatnya bagi saya?" kita sering merasa sedih karena masalah kecil yang menimpa kita dibandingkan dengan tragedi besar yang menimpa orang lain. Sikap mementingkan diri sendiri dan berpusatkan pada diri ini begitu alami bagi kita sehingga hanya jika kita mau memaksa diri untuk mengakuinya barulah kita akan terkejut menyadari kondisi kita yang bobrok. Tidak banyak yang dapat kita lakukan sendiri untuk memperbaiki kelemahan sifat ini, sehingga kita harus berpaling kepada Kristus memohon pertolongan. Pikiran Tuhan kita yang pertama-tama bukanlah pada diri-Nya sendiri, dan hanya Dia saja yang mampu menolong kita untuk mengasihi orang lain seperti dia. Kekristenan mengatakan bahwa wajar kalau kita mengasihi diri sendiri selama kita tidak hanya mengasihi orang lain dalam kadar yang sama. Bila kita membaca Injil, kita tidak akan menemukan situasi ketika Tuhan kita dapat dituduh mementingkan diri sendiri. Bahkan, ketika menghadapi penyaliban, pikiran-Nya adalah mengampuni orang-orang yang menyalibkan Dia. dia menyelamatkan Petrus, yang menyangkal tiga kali, dengan memandangnya. Dia juga berhenti sejenak untuk menghibur wanita-wanita di sepanjang jalan ke Golgota dengan berkata: "Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!" (Lukas 23:28). Sikap mementingkan diri sendiri timbul dari rasa tidak aman, perasaan bahwa kita tidak punya sesuatu untuk dibagikan kepada orang lain. Hanya hubungan yang dekat, mendalam, dan terus-menerus dengan Yesuslah yang dapat mengalahkan sifat mementingkan iri sendiri dan mengubah diri kita peduli pada sesama.

 

Sikap tidak mementingkan diri sendiri dari Juruselamat

Filipi 2:4-5 "Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus"

 

Kita juga harus menjadi seperti Dia

Yohanes 13:34 "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi."

 

Dapatkah kalimat ini ditujukan kepada Anda?

3 Yohanes 1:5 "Saudaraku yang kekasih, engkau bertindak sebagai orang percaya, di mana engkau berbuat segala sesuatu untuk saudara-saudara, sekalipun mereka adalah orang-orang asing."

 

Mendahulukan orang lain

1 Korintus 10:24 " Jangan seorang pun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain"
Sikap yang sejati dalam mendahulukan orang lain 2 Korintus 8:9 "Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya"

 

Kita kehilangan apa yang kita pertahankan

Matius 16:25 "Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya"






 Kumakin MencintaiMu

Lyric

Kumakin mencintaiMu
MenyayangiMu mengasihiMu
Tak sanggup aku jalani hidup
Tanpa kasihMu
Semakin dalam cintaku
Kujaga s’lalu setiap waktu
Tak sanggup aku pisah dariMu
Yesus Bapaku
Reff:
Seumur hidupku menyembahMu
Sepanjang nafas memujiMu
Kau pribadi yang paling kuperlu
Kau pribadi yang menggandengku
Semakin aku mencintaiMu
Yesus Bapaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar