Rabu, 26 Oktober 2011

BAHAGIA adalah KEPUTUSAN


"Keputusan untuk BAHAGIA adalah hak dan kewajiban hidup kita"

Kita berhak menikmati semua anugrah  yang Tuhan beri dengan BAHAGIA.....
Kita wajib mensyukuri semua yang terjadi dalam hidup kita dengan BAHAGIA juga!
  

Karena kebahagiaan tidak ditentukan oleh seberapa besar yang dapat kita raih
Tetapi kita dapat meraih hal-hal yang mustahil dengan hati yang selalu berbahagia


Apakah tujuan dan target-target hidup anda sanggup membuat anda berbahagia....???
Jika ternyata itu semua tidak dapat membuat anda berbahagia.....
Terlepas dari belum atau sudahkah anda menerimanya.....
Maka ubahlah tujuan dan target-target hidup anda untuk menjadi "Berbahagia"
Dalam segala situasi dan kondisi hidup yang sedang anda alami sekarang!
Dan lihatlah bahwa itu semua sanggup engkau raih....!!!
Bahkan melebihi dari apa yang sanggup engkau pikirkan dan doakan.


Kebahagiaan adalah sebuah perasaan yang positif dan menggairahkan, yang setiap manusia bisa rasakan dari hatinya yang terdalam. Banyak orang berusaha mencari kebahagiaan di tempat-tempat yang salah dan justru berakhir dengan kehidupannya yang jauh lebih menderita dari sebelumnya.


 Mengapa hal ini bisa terjadi? … Ini karena kita mencarinya diluar diri kita.
Kita mengharapkan sesuatu atau seseorang memberikan perasaan bahagia tersebut pada kita.Seorang bijak bernama Rumi suatu saat pernah berkata, ”Kita mencari kalung permata dari ruangan ke ruangan yang sebetulnya ada di leher kita sendiri.” Ini pun sama ketika kita berusaha mencari kebahagiaan. Kita mencarinya ”kemana-mana”, dan kita tidak pernah dengan persis mengetahui dimana kebahagiaan tersebut berasal.


Saya rasa anda semua setuju bahwa kebahagiaan tidak tergantung dari hal-hal yang berbau materialisme, seperti : mengendarai mobil mewah atau memiliki jabatan/gelar yang prestisius (meskipun hal-hal tersebut dapat membawa kesenangan pada hidup anda).
Kebahagiaan pun tidak tergantung pada orang lain, seperti anda memiliki orang-orang yang penting di dalam hidup anda (meskipun cinta kasih dan kehadiran orang-orang tersebut dapat menambah keceriaan).
Kebahagiaan pun tidak tergantung pada sesuatu hal yang terjadi, sebagai contoh : jika anda tetap tinggal di tempat, akan menjadi baik dan jika anda pergi meninggalkan tempat, akan menjadi tidak baik.


Kebahagiaan bukan untuk ditemukan di mana-mana di dunia luar.......                            Hambatan terbesar untuk kita bahagia adalah pemikiran yang keliru dari kita sendiri. 

Sebagai contoh : pemikiran tentang seseorang atau sesuatu yang membuat anda bahagia. Mungkin anda merasakan keceriaan dari seseorang atau sesuatu tersebut, tetapi kebahagiaan tersebut sebetulnya adalah semu dan sementara. Ketika anda tidak bersama seseorang atau sesuatu tersebut, keceriaan itu akan pergi juga bersamanya.




Sedikit ilustrasi untuk menjelaskannya :
Anda pernah merasakan patah hati? Saya rasa sebagian besar pasti pernah mengalaminya. Apa yang menjadi respon kita sangat menentukan seberapa lama kekecewaan dan sakit hati itu memenjarakan hidup kita. Respon pertama saya waktu itu pergi ke bukit doa Getsemani, berdoa dan menangis semalam-malaman disana dan melepaskan pengampunan serta berkat atas orang tersebut. Sampai suatu saat menjelang pagi suara hati saya terdengar berbisik:"Lupalah kesedihan itu,bangkit dan tersenyumlah". Paginya saya bangun dan berkemas pulang untuk menghadiri jadwal Doa Puasa saya di gereja sebagai worship leader, padahal saya sudah meminta ijin sama ketua dept. Pujian untuk diogantikan jadwal saya oleh orang lain,karna saya merasa tidak sanggup lagi untuk memimpin  jemaat Tuhan memuji Tuhan dengan hati yang terluka. Tapi pagi itu saya sudah "memilih" dan mengambil keputusan untuk menanggalkan kesedihan ini dan melayani Tuhan. Setibanya di gereja saya disambut teman-teman full timer dengan ceria dan canda tawa seperti biasanya,seolah-olah tidak ada yang terjadi atas kehidupan saya, walaupun sebagaian besar dari mereka tahu persis persoalan cinta yang saya alami, berhubung sang pria tersebut adalah hamba Tuhan juga. 


Pagi itu entah mengapa saya begitu gembiranya bersama teman-teman. Seolah-olah segala kesedihan itu lenyap, namun ternyata itu hanya sesaat saja, di saat saya kembali ke rumah dan sendiri, perasaan sedih itu kembali menyelimuti hati saya. 
Dan setiap perasaan itu datang mencengkram batin dan pikiran saya, maka saya berkata pada diri saya sendiri dengan bersuara ( tentunya tidak perlu teriak-teriak ) beberapa kalimat iman secara berulang-ulang: 
*Meity engkau layak untuk bahagia!
*Segala perkara dapat ku tanggung didalam DIA yang memberi kekatan bagiku,
*Hai jiwaku pujilah Tuhan,dan jangan lupakan segala kebaikanNYA!
*Bersukacitalah senantiasa, sekali lagi ku katakan bersuka citalah!
*Sebab sukacita yang dari Tuhan adalah kekuatanku.
*Tuhan mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaNYA mengenai aku, yaitu BUKAN rancangan kecelakaan tapi rancangan damai sejahtera, untuk memberikan bagiku masa depan yang penuh dengan pengharapan.

Saya terus mengucapkan kalimat-kalimat tersebut untuk membangun iman saya dan menghadirkan kekuatan dan sukacita kembali dalam hati kita, sehingga lambat laun kesedihan itu lenyap
Saya bisa memilih untuk kembali bersenda gurau dengan teman-teman saya supaya kesedihan itu sirna seperti yang saya pernah alami, tapi itu ternyata hanya kebahagiaan semu dan sekejap saja, setelah itu kesedihan akan kembali menyelimuti hati kita. Sebetulnya tidak ada yang salah jika anda pun melakukan hal yang sama seperti itu. Namun yang ingin saya tekankan disini adalah : 


"Dimana sebetulnya seseorang dapat menemukan kebahagiaan?"

Berhentilah mencari keluar apa yang sebetulnya bisa anda temukan di dalam diri anda.  

Buatlah keputusan untuk berbahagia.....!!!

 
Kebahagiaan bergantung pada keputusan anda sendiri untuk bahagia


Jadi kebahagiaan adalah suatu "KEPUTUSAN" 
Kapan saja, dimana saja anda dapat memutuskan untuk berbahagia atau tidak.


Katakan sebuah kalimat aklamasi sebelum memulai hari-hari anda...!!!
Contohnya;
"Saya dengan yakin mengetahui bahwa Tuhan telah memberikan hak kepada saya untuk berbahagia. Untuk itu apapun yang terjadi hari ini atas kehidupan saya, saya memilih untuk tetap berbahagia. Karenanya, saya mengklaim bahwa kebahagiaan adalah milik saya dan saya adalah milik kebahagiaan".



 Makna Kebahagiaan  didalam Alkitab

"Ucapan Bahagia" yang dicatatkan oleh Rasul Matius  yakni: 
"Makarios: Kunci Kebahagiaan Sejati." 
Saya akan membaginya dalam empat bagian: 
1. Kelompok Pemburu Kebahagiaan. 
2. Pengertian yang salah tentang "Bahagia". 
3. Arti Bahagia . 
4. Raihlah "Makarios : Kunci Kebahagiaan Sejati."


Apa yang Anda Cari di Dunia Ini ?

Tidak dapat disangkal bahwa setiap orang mempunyai kerinduan yang mendasar untuk mengalami atau menjalani kehidupan yang bahagia. Ada banyak resep  yang sudah ditawarkan oleh berbagai ahli pada bidang masing-masing bagaimana seseorang bisa mendapatkan atau mengalami satu kehidupan yang bahagia.

Kita akan merenungkan kunci kebahagiaan sejati yang ditawarkan oleh Tuhan Yesus Sang Ahli dibidang kebahagiaan sejati yang dicatatkan didalam Matius 3:1-13.






1. Kelompok "Pemburu Kebahagiaan"
Menarik untuk kita simak informasi yang diberikan oleh rasul Matius dan Lukas seputar orang-orang yang berada disekitar cerita "ucapan bahagia" ini. Tokoh utamanya adalah tentu Yesus Kristus sang Ahli dibidang Kebahagiaan Sejati yang sedang menawarkan kunci tersebut, sementara orang-orang yang sedang mendengarkan saya kategorikan sebagai "Kelompok pemburu kebahagiaan."  
Disana ada dua kelompok orang: pertama adalah murid-murid Yesus, kedua adalah kelompok orang banyak.


Mari kita lihat kelompok yang pertama. Murid-murid Yesus tidak dapat disangkal ingin mengikuti Yesus dengan harapan untuk mendapatkan kehidupan yang bahagia. Mereka datang dari latar belakang yang berbeda-beda dengan tingkat kesukaran hidup dan pergumulan serta perjuangan yang berbeda pula. Tetapi ada satu yang membuat mereka sama yaitu mereka semua adalah pemburu kebahagiaan. Kelompok yang kedua adalah kelompok orang banyak. Mereka juga datang dari latar belakang yang berbeda-beda dengan pergumulan dan persoalan yang berbeda pula ada yang sakit atau anggota keluarga yang sakit, ada orang yang miskin, ada juga orang yang kaya, ada orang Yahudi dan juga non-Yahudi, namun ada satu yang membuat mereka semua sama yakni mereka ingin mendapatkan kebahagiaan dalam hidup, mereka juga bisa dikategorikan sebagai pemburu kebahagiaan (Matius 4:23-25).


Perenungan yang bisa dilihat adalah hampir setiap orang memiliki persoalan dan permasalahan yang berbeda baik jenisnya maupun bobotnya. Bisa saja kita sedang sakit fisik. Sakit fisik ini ada yang ringan ada pula yang berat. Penyakit yang berat mungkin sudah diderita cukup lama dengan biaya dan pengorbanan yang sudah cukup banyak namun sampai sekarang belum juga ada tanda-tanda kesembuhan. Kita rindu untuk terlepas dari beban penyakit ini agar hidup lebih bahagia. Mungkinkah kita termasuk sang pemburu kebahagiaan kebahagiaan?. Bisa jadi juga orang yang sakit berat itu adalah salah satu anggota keluarga kita, bisa itu anak, orang tua, kakek atau nenek, saudara, sepupu, keponakan, cucu, paman atau bibi, dll. Hal ini tentu membuat kita sedih dan susah. Kebahagiaan kita terusik, kita rindu untuk terlepas dari beban ini dan ingin mencari kebahagiaan sejati itu. KIta mungkin juga sedang stress. Stress ini terjadi mungkin karena ada persoalan pribadi yang sangat sulit untuk diungkapkan baik itu masih baru maupun persoalan yang sudah lama. Bisa saja persoalan itu berkaitan dengan orang lain bisa juga langsung dengan Tuhan.


Mungkinkah kita sedang dalam pencaharian kebahagiaan yang sejati itu....???
Bisa juga kita adalah orang yang sehat secara fisik dan masalah finansial dan harta tidak menjadi beban, tetapi kenapa sampai sekarang ini kita masih merasa ada yang kurang, masih ada yang mengganggu, kita masih belum merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.


Mungkinkah kita sedang mencari satu hal yang akan mengisi kekurangan tersebut? 
Jika demikian kita sedang dalam pemburuan mencari kebahagiaan sejati itu. Mungkin juga kita masuk dalam kategori "miskin" secara harta dan mungkin berpikir saya akan bahagia jika saya memiliki penghasilan yang banyak, rumah yang indah, mobil yang mewah dan sampai sekarang hal itu belum terwujud dan rindu untuk mendapatkannya.Dan berjuta kerinduan yang memenuhi angan dan impian kita.Tidak salah bila kita mengalaminya....

Jika demikian maka kita bisa jadi sedang masuk dalam kategori 
"pemburu kebahagiaan sejati itu"






2. Pengertian yang salah tentang "Bahagia"
Dari cerita khotbah diatas bukit ini terungkap bahwa ternyata "kebahagiaan sejati" menurut Yesus tidak sama seperti yang diharapkan oleh murid-murid Yesus dan mungkin kebanyakan orang pada saat itu. Mereka mempunyai konsep bahagia yang keliru.
Hamba Tuhan Ny. E. G. White menyebutkan beberapa konsep yang salah yang salah tersebut sbb: Kerajaan dunia yang akan segera didirikan; terlepas dari tekanan Kerajaan Roma; orang miskin yang sedang kekurangan makan dan pakai, pemondokan yang kumuh, yang akan segera diselesaikan oleh Yesus dengan memberikan mereka kekayaan dunia yang melimpah, rumah yang indah serta hidup yang lebih mudah dan menyenangkan.


Perenungannya... apakah kita sedang dalam pencaharian kebahagiaan yang keliru? Mungkinkah kita memiliki prinsip kebahagiaan yang salah?






3. Arti Bahagia
Didalam Bahasa Inggris kata "bahagia" sering disebut sebagai "happy." John Echols dan Hassan Shadily mendefinisikan "happy " adalah kata sifat yang berarti gembira, senang, bahagia atau happy-go-lucky ks. yang tak kenal susah, suka bersenang-senang. Pengertian "happy" yang lain adalah "... feeling or showing pleasure, contentment, or joy" atau "... feeling satisfied that something is right or has been done right" perasaan senang, puas atau sukacita dan perasaan puas karena sesuatu yang sudah dilakukan dengan benar.



Bisa ditarik kesimpulan bahwa definisi "bahagia," adalah : 
satu perasaan senang, gembira, bahagia, puas dan sukacita



Jika kita merujuk kepada Alkitab ada beragam kata yang dipakai untuk menggambarkan rasa bahagia, puas, sukacita, dan senang. Namun demikian kata "bahagia" yang dipakai didalam Matius 5 ini adalah :
* "MAKARIOS"(Grika) sering diterjemahkan "blessed atau fourtunate, atau happy..." diterjemahkan "berbahagialah kamu..."(ITB.) 
Para komentator Alkitab memberikan penjelasan apa sebenarnya arti "Makarios"

* William Barclay berkata bahwa "Makarios" menggambarkan rasa sukacita yang tenang dan tak terjama atau diganggu oleh perubahan atau perubahan hidup


*Zodhiates menambahkan bahwa "Makarios" menggambarkan seseorang didalam mana Allah yang membuat dia berbahagia secara penuh, bukan karena keadaan yang menjadikan dia berbahagia tetapi karena Allah yang tinggal didalam seseorang melalui Kristus



 Ini bisa berarti bahwa kunci untuk mendapatkan kebahagiaan sejati /makarios adalah : "Allah harus ada dalam diri seseorang"






 4. Raihlah " Makarios ": Kunci Kebahagiaan Sejati
Satu yang tidak boleh kita lupakan bahwa Yesus adalah Oknum yang mengeluarkan kata-kata "makarios" yang terdapat didalam buku Matius 5:1-12 ini. 
Ini berarti bahwa Dialah yang menjadi sumber sesungguhnya dari Rahasia Kebahagiaan Sejati itu.
Matius 5:1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
5:2 Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:

Kunci yang Pertama
Matius 5:3 "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga."

Siapakah sebenarnya orang miskin ini dan mengapa mereka harus berbahagia? E.G.White mengatakan bahwa mereka ini adalah orang-orang yang atas dorongan Roh Kudus merasa bahwa dalam diri mereka tidak ada sesuatu yang baik (miskin) selain dosa dan kepentingan diri.

Sama seperti Pemungut Cukai yang malang yang berseruh kepada Allah, "...Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini Lukas 18:13. Mereka inilah yang berbahagia.
Jika kita ingin mendapatkan kebahagiaan yang sejati, adalah penting untuk mengakui dihadapan Allah bahwa kita butuh pertolongan dari Allah. Kita tidak sanggup untuk menyelesaikan masalah dosa kita. 



Janji pengampunan sudah pasti (1 Yoh. 1:9). 
Dan ketika kita sudah diampuni maka rasakanlah kebahagiaan sejati itu nyata.


 Kunci yang Kedua
Matius 5:4 Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
Mereka ini adalah orang yang merasa berdukacita atas dosa dan pelanggaran mereka yang menyebabkan Roh Allah telah didukakan. 

Tidak dapat disangkal bahwa kita masih sering memelihara dosa-dosa kesayangan, dan pasti ini adalah salah satu faktor mengapa kita sering tidak merasakan damai itu. Jika kita ingin merasakan dan mengalami kebahagiaan yang sejati itu mengapa kita tidak mencoba resep ini. 



Akuilah dosa kita, sesalilah dosa itu dan tinggalkanlah dosa itu oleh pertolongan Tuhan, maka rasakanlah kebahagiaan sejati itu nyata.


 Kunci yang Ketiga
Matius 5:5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Mereka ini adalah orang yang suka mengampuni, yang tidak akan membalas kejahatan dengan kejahatan dan yang memiliki roh yang suka diajar yang tidak membanggakan diri sendiri. Mereka yang memiliki kualifikasi ini diberikan kebahagiaan oleh Allah didunia ini, mereka juga akan mewarisi mahkota kemuliaan dan hidup kekal didalam kerajaanNya. 
Pengampunan memang mudah diucapkan, mudah diteorikan tetapi sulit dipraktekkan. 




Dan jika pengampunan tidak dipraktekkan pasti Allah tidak akan mengampuni dosa kita. Sebaliknya jika pengampunan dipraktekkan maka pasti Allah akan mengampuni kita (Lukas 6:37), maka rasakanlah kebahagiaan sejati itu nyata.



Kunci  yang  Keempat
Matius 5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
Tak seorangpun yang dapat memuaskan jiwa yang lapar dan haus akan kebenaran selain Yesus. Yesuslah Kebenaran itu (Yoh. 14:6) Yesuslah Roti Hidup Yoh 6:35 Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi"


Jika sampai saat ini anda masih belum merasakan kebahagiaan sejati itu mungkin yang anda butuhkan bukan rumah yang indah, mobil yang mahal, kesembuhan dari penyakit, lulus ujian, dapat pekerjaan tetapi yang anda butuhkan adalah Yesus. 



Ketika anda menerima Dia sepenuh hati, anda tidak akan lapar dan haus lagi, dan rasakanlah kebahagiaan sejati itu nyata.



Kunci  yang Kelima
Matius 5:7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Hati manusia secara alami dingin dan gelap dan tidak mencintai. Tetapi ketika seseorang mempraktekkan roh yang penuh rahmat, suka mengampuni, hal itu terjadi bukan karena kekuatannya sendiri, melainkan karena pengaruh dari Roh Ilahi yang menjamah hatinya. "Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita." 1 John 4:19



Seseorang yang benar-benar telah merasakan bahwa Allah telah mengasihi dia, orang seperti ini tidak akan segan-segan mengasihi orang lain, dan ketika hal ini dipraktikkan Yesus telah memberikan jaminan bahwa orang tersebut akan diberkati dan akan merasakan bahwa kebahagiaan sejati itu nyata.


Kunci  yang Keenam
Matius 5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Berbahagialah orang yang suci hatinya memiliki satu arti yang lebih dalam yakni seseorang yang benar-benar memiliki hati yang tulus dan motif yang benar, rendah hati, tidak cinta diri dan jauh dari kesombongan. Boleh jadi orang yang memiliki maksud hati yang jahat biasanya batinnya tidak akan tenang. 



Sebaliknya orang yang jujur dan tulus sepertinya dia akan bebas dari tekanan rasa bersalah yang akan berimbas langsung kepada merasakan kebahagiaan sejati, apa lagi dijanjikan akan melihat Allah.



Kunci  yang Ketujuh
Matius 5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Mereka yang ada damai dengan sesama dan Allah tidak akan merasakan susah dalam hidupnya. Kristus adalah Raja Damai (Yes. 9:6), dan damai adalah misiNya agar memperdamaikan dunia dengan surga. 

Permusuhan dan kebencian tidak akan ada dalam hati orang sejalan dengan Allah, dan dia akan menjadi saluran berkat (membawa damai) disekitarnya 
Sepertinya memang nyaman hidup ini apabila kita hidup damai dengan semua orang terlebih dengan Allah. 



Apalagi jika kita dapat melangkah lebih jauh dengan berperan sebagai pembawa damai, kita akan merasakan kebahagiaan dan kepuasan tersendiri. 




 Kunci  yang Kedelapan
Matius 5:10,11 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Yesus tidak memperhadapkan pengikutnya dengan harapan akan mendapatkan kemuliaan dan kemuliaan duniawi, dan terbebas dari ujian dan cobaan dunia ini, tetapi Dia memperhadapkan mereka dengan fakta bahwa mereka akan berjalan bersama Guru mereka pada jalan penyangkalan diri dan penganiayaan karena dunia tidak mengenal mereka.

Sudah barang tentu rasa kebahagiaan itu terjadi bukan karena penganiayaan atau penderitaan karena Kristus dan kebenaran, tetapi rasa itu muncul karena penganiayaan dan pencobaan itu menunjukkan kita berada pada pihak yang benar, dan inilah salah satu rahasia kebahagiaan yang besar dan sejati. Apalagi kita telah dijanjikan upah yang besar telah tersedia di sorga. Ayat 12 berkata:  


"Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."






Siapapun yang hidup di dunia ini tidak ingin menjadi orang-orang yang terpinggirkan.  Baik dari sisi sosial, gaya hidup, harga diri maupun pendapatan dan penghasilan.  Semua orang ingin mendapatkan yang terbaik dalam hidup di dunia ini dalam satu paket bernama "Kebahagiaan"



Tuhan Yesus tidak hanya menginginkan kita supaya berbahagia didunia ini, 
tetapi IA juga memberikan kedelapan kunci meraih kebahagiaan sejati.


Kedelapan kunci tersebut adalah prinsip-prinsip penting yang bisa menjangkau segala jenis kelas manusia dan di sepanjang zaman yang berbeda. Setiap kelompok dan kelas masing-masing mendapatkan jaminan kebahagiaan yang sesungguhnya . Praktekkanlah kunci-kunci ini maka Yesus memberikan jaminan bahwa anda akan mengalami dan merasakan kebahagiaan sejati yang sedang anda cari itu apapun keadaan dan pergumulan anda.


Sesungguhnya kebahagiaan sejati SUDAH di anugrahkanNYA bagi kita....
Karena rancanganNYA bagi kita,bukanlah rancangan kecelakaan....!!!
Tapi rancangan damai sejahtera untuk memberikan kita masa depan penuh pengharapan
Jika kita dapat  "MEMUTUSKAN"  untuk :
1. Belajar untuk menerima setiap maksud baik Tuhan dalam setiap peristiwa yang terjadi
2. Belajar untuk mempercayai janji-janjiNYA dalam segala kondisi hidup kita
3. Belajar untuk mengucap syukur atas apa yang sudah IA berikan bagi kita


Dan putuskanlah untuk selalu BERBAHAGIA didalam proses pembelajaran itu,
KEPUTUSAN kita akan membawa kita meraih KEBAHAGIAAN .....



"YESUS-lah  Sang Sumber Kebahagiaan Sejati"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar