Selasa, 20 September 2011

Antara Kebenaran & Pembenaran Diri

 

Harga sebuah Kebenaran

Seorang bapak menemui seorang anaknya yang tidak lulus dalam ujian. Anaknya itu sedang ketakutan,ia siap untuk dimarahi oleh ayahnya. Ia menerima kenyataan bahwa dalam ujian nasional yang lalu ia tidak bisa berbuat banyak. Segala cara sudah ia tempuh, tetapi ia belum berhasil juga. Satu hal yang tetap dipertahankan oleh anak itu adalah ia tidak mau tergoda oleh bocoran jawaban soal-soal yang marak terjadi di sekolahnya.

Ia ingin berhasil melalui kerja kerasnya. Ia tidak ingin terjebak dalam ketidakjujuran. Karena itu, ia siap bertanggungjawab atas apa yang sudah dilakukannya. Ketika ayahnya datang menemuinya, ia mau menghadapinya. Satu hal yang tidak pernah dibayangkannya adalah sang ayah tidak memarahinya. Ayahnya mampu menerima kenyataan itu.

Ayahnya berkata, “Nak, tidak lulus tidak apa-apa. Ayah tahu kamu mengerjakannya dengan jujur. Itulah yang diajarkan oleh ayah sejak kamu masih kecil. Ayah bangga, kamu punya sikap yang jujur.”



Anak itu menangis terharu. Hukuman yang sebenarnya ia nanti-nantikan itu tidak terjadi. Ia bangga memiliki seorang ayah yang mampu menghargai usaha anaknya. Seorang ayah yang selalu memberi kesempatan kepada anaknya untuk mencoba dan mencoba lagi.

Banyak orang bangga akan hasil yang dicapai melalui jalan yang tidak benar. Banyak anak sekolah yang bangga mendapatkan nilai yang tinggi dengan jalan nyontek atau ngepek. Sebenarnya di balik kebanggaan itu tersembunyi sesuatu yang memalukan. Sepertinya banyak orang tidak punya rasa malu lagi terhadap ketidakjujuran yang mereka lakukan.

Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa kejujuran itu di atas segala-galanya. Orang boleh saja tergoda oleh kemudahan-kemudaan hidup. Tetapi orang mesti tetap bertahan dalam kejujuran. Orang mesti mengambil jalan yang baik dalam usaha meraih sukses dalam hidup ini.

Sebagai orang beriman, kita mesti memupuk nilai-nilai kebaikan dalam hidup kita. Kita mesti tetap memperjuangkan nilai-nilai kejujuran dalam hidup kita. Mengapa? Karena jalan kejujuran itu membahagiakan orang. Orang tidak hidup di bawah bayang-bayang ketakutan akan terbongkarnya ketidakjujuran mereka.

Karena itu, kita mesti tetap belajar untuk hidup jujur meskipun banyak godaan datang menghadang kita. Yakinlah, orang yang berani jujur dalam segala hal akan menemukan sukacita dan bahagia dalam hidup ini. Mari kita mohon bantuan Tuhan, agar Tuhan memberi jalan kebaikan dan kejujuran kepada kita. Dengan demikian, sukacita dan damai menjadi bagian dari hidup kita. Tuhan memberkati. **

Kebenaran Tentang Uang



Sesi ini akan membahas sisi lain cerita dan bagaimana kebenaran akan mengungkapkan Allah ke dalam urusan keuangan kita. Pelajari secara bersamaan, seksi ketidakbenaran dan benar mengurus uang kita akan memberikan perhatian besar bahwa semua urusan keuangan kita akan berjalan dalam keadaan yang benar. Ada manfaat yang belum diceritakan bertindak benar dalam urusan keuangan dan seksi ini akan melihat bagaimana kebenaran urusan keuangan akan melindungi kita, akan memberi damai dalam hati dan akhirnya akan meningkatkan kemakmuran keuangan kita. 

Bertindak benar akan pertama melindungi keuangan kita dari si jahat yang mencari kesempatan mencuri sebanyak mungkin uang dari tubuh Kristus.
Si jahat makan dari ketidakjujuran, bohong dan ketidakbenaran keuangan dan begitu kita menolak bertindak dalam ketidakbenaran kita membuat dia kelaparan dan haus akan uang kita dan kebenaran akan menjadi pelindung kuat sekitar uang kita dan menjadi terlalu besar bagi si jahat untuk menyerangnya. Buku hebat Amsal banyak berkata tentang integritas, kebenaran dan bertindak dengan cara yang baik sebagaimana nats dikutip di bawah ini:- lihatlah betapa kebenaran melindungi umat Allah. 
Amsal 10:9 ‘Orang jujur berjalan dengan aman’
Amsal 11:3 ‘Kejujuran orang benar melindungi mereka’
Amsal 11:5 ‘Kebenaran orang tidak bersalah membuat jalan lurus kepada mereka’
Amsal 11:6 ‘Kebenaran orang jujur melepaskan mereka’
Amsal 11:8 ‘Orang benar diselamatkan dari mala petaka’
Amsal 13:6 ‘Kebenaran melindungi orang jujur’
Amsal 28:18 ‘Dia yang berjalan dalam kebenaran dipelihara aman’
Amsal 25:21 ‘Semoga kejujuran dan kelurusan melindungi saya’
Manfaat selanjutnya bertindak benar adalah bahwa secara mental akan melepaskan kita ke arah realitas baru sukacita dan damai dalam perjalanan kita bersama Allah. Adalah kesenangan berlanjut dialami mengetahui bahwa anda telah menangani semua urusan keuangan anda dengan cara yang menghormati Allah dan memiliki kesadaran jelas di hadapan Allah. Sebagai hasil dari bertindak dengan benar dalam urusan keuangan anda dapat dengan benar berharap kekayaan Allah memberkati dengan penuh keyakinan akan berkembang bahwa Allah dalam kendali penuh keuangan masa depan anda.
Orang yang telah bertindak dengan benar dalam urusan keuangan mereka dapat berharap hanya hal-hal baik di masa depan dan tidak perlu takut berita buruk  karena kebenaran mereka meletakkan mereka jauh dari jangkauan si jahat. Kebenaran akan melindungi pikiran anda dan melindungi uang anda sebagai nats Alkitab di bawah ini menunjukkan, orang jujur dan orang benar dapat mengalami kemerdekaan mental, damai dan sukacita. 
Mazmur 112:5 ‘Kebaikan akan datang kepada mereka yang dermawan dan memberi pinjaman tanpa bunga, yang melaksanakan urusannya dengan adil. Sudah pasti dia tidak akan pernah terguncang orang benar akan diingat selamanya. Dia tidak akan merasa takut akan berita buruk karena hatinya terlindungi, percaya dalam Tuhan. Hatinya aman, dia tidak merasa takut. 
Amsal 3:25 ‘Jangan takut akan bencana tiba-tiba atau keributan yang menghantam orang jahat, karena Tuhan adalah keyakinan kamu dan akan memelihara kakimu dari perangkap’   
Mazmur 37:18 ‘Hari-hari orang yang tidak bersalah diketahui oleh Tuhan, dan ahli warisnya bertahan selamanya. Dalam masa bencana mereka akan hancur dalam masa kelaparan mereka akan dikenyangkan’.  
Akhirnya, sebagaimana orang benar dilindungi dan dijaga dan diberikan kedamaian dalam pikiran, aspek terakhir bertindak dalam kebenaran dalam urusan keuangan kita adalah bahwa itu akan menambah dan memimpin kita kepada tuaian dan panen keuangan. Sebagaimana anda belajar Alkitab anda akan menemukan kata-kata ”Menuai” dan ”Kebenaran” sering terlihat bersamaan dan ada sebab akibat bahwa kebenaran akan memimpin kepada tuaian. Nats Alkitab di bawah ini menegaskan hubungan antara kebenaran memimpin kepada tuaian/buah/berkat, kebenaran adalah seperti benih yang ditabrukan yang pada akhirnya akan kembali memberkati anda. 
2 Korintus 9:10 ‘Perluaslah tuaian kebenaran anda’
Yakobus 3:18 ‘Pembawa damai orang yang menabur dalam damai akan bangkit menuai kebenaran’
Ibrani 12:12 ‘Akhirnya, bagaimanapun, itu menghasilkan tuaian kebenaran dan damai kepada siapa yang telah dilatih olehnya’
Filipi 1:11 ‘Dipenuhi dengan buah kebenaran’.
Yesaya 32:17 ‘Buah kebenaran adalah damai’
Hosea 10:12 ‘Taburkan bagi dirimu sendiri kebenaran, matangkanlah buah dari kasih yang tidak gagal’
Amsal 11:18 ‘Dia yang menaburkan kebenaran akan panen imbalan yang pasti’
Amsal 10:16 ‘Upah kebenaran membawa kehidupan’
Hubungan antara kebenaran memimpin kepada suatu tuaian adalah sangat diiluminasi oleh Yesus dalam perumpamaan tentang penabur. Dalam perumpamaan ini dia mendaftarkan 4 jenis orang, dan dari keempatnya hanya satu yang menghasilkan buah dan dia menjelaskan mengapa orang ini berhasil sementara yang tiga lagi gagal. Dalam Lukas 8:15 dia mendaftarkan kualitas yang seseorang yang akan menghasilkan buah bagi Allah akan, dan salah satu darinya adalah bahwa mereka akan mendapatkan “Nobel dan hati yang baik”.
Lebih lanjut, nats Alkitab di bawah ini juga firman Yesus dan keduanya berbicara tentang berkat yang datang kepada seseorang yang lapar dan haus dan mencari kebenaran (dan mencari kebenaran sebelum berkat-berkat) sebagaimana kita mencari dengan keras setelah kebenaran kemudian sudah pasti berkat-berkat dari Allah akan mencari kita dengan keras. 
Matius 5:6 ‘Diberkatilah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dikenyangkan’.
Matius 6:33 ‘Carilah dahulu Kerajaan dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu’.   
Begitu kita mencerna sesi ini secara mendalam maka kita telah melihat bahwa uang adalah satu tempat utama peperangan antara kerajaan kegelapan yang akan menggelar perang melawan orang Kristen. Pada akhirnya, sejauh mana setan dapat menjangkau urusan uang kita adalah tidak ditentukan olehnya, tetapi sesungguhnya ditentukan oleh seberapa jauh kita mengungkapkan diri kita sendiri kepadanya. Jika seorang Kristen berjalan dalam kebenaran dalam urusan keuangannya maka kemudian keuangannya akan tidak dijamah atau tidak tersentuh oleh si jahat dan sijahat tidak dapat berbuat apa-apa pun terhadap mereka.
Jadi, setelah membaca pasal ini anda akan berbuat sebaik mungkin dan hati-hati mengevaluasi dan berdoa tentang urusan keuangan anda untuk meyakinkan supaya tidak ada ketidakbenaran di sana, yang akan mengungkapkan diri anda kepada setan dan membuat diri anda kelihatan kepadanya yang siap untuk mengambil uang anda itu.


Berjalan Dalam Kebenaran-Nya

“Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.”
(I Petrus 3:14)

Beberapa sikap agar kita tetap hidup dalam kebenaran Allah :


1.Tidak Kuatir

“Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya ?” (Matius 6:27). Satu hasta itu sama dengan 45 cm, ukuran yang relatif pendek. Kita tidak dapat melihat hari esok yang penuh kemenangan, jika ada rasa kekuatiran. Namun bagi orang yang hidup dalam kebenaran Allah, mereka akan berdiri teguh dalam menjalani hidup ini, sebab mereka yakin bahwa Allah tetap beserta. Mazmur 34:20, menyatakan “kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu.”

2.Tetap Menanti-nantikan Tuhan. 

“Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah” (Yesaya 40:31). Dalam kata “menanti” ada beberapa unsur penting yang patut dimiliki,yaitu: kesabaran, ketekunan dan penguasaan diri. Hal tersebut tidak lepas dari tindakan kita dalam membangun hubungan dengan Tuhan.

3.Pegang Teguh Janji Allah. 

“Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (II Petrus 3:9). “Janji Tuhan” itu pasti digenapi, sedangkan mengenai waktu penggenapannya Tuhanlah yang menentukannya. Banyak orang mengeluh karena permohonannya belum dijawab Tuhan. Mereka tidak sadar, bahwa ‘waktu Tuhan’ itu berbeda dengan ‘waktu manusia.’

Mari kita tetap berjalan dalam kebenaran Allah.....!!!


2 komentar:

  1. Nice Blog.... Jangan lupa kunjungi blog saya ya di www.hatipitate.co.cc

    BalasHapus
  2. OK brother Cyfert Stanly llat....I will :)
    TQ n JBU abundantly...!

    BalasHapus